SUPPORT ONLINE

Lita
Email
jualmakanansehat.net@gmail.com
WhatsApp
08161173202
Facebook
JualMakananSehat
Alamat
Jl. Jend. Sudirman Gg. H. Kosim Bandung Kulon, 40212
Jawa Barat - Indonesia
Website
http://jualmakanansehat.net

KATEGORI PRODUK

08161173202 JUAL ABON IKAN TUNA PEDAS NON MSG ONLINE DI BENGKULU SELATAN

Diposkan pada : 22-01-2016 11:27:57
08161173202 Jual Abon Ikan Tuna Pedas Non MSG Online di Bengkulu Selatan_Abon Tuna 100gr.jpg

08161173202 Jual Abon Ikan Tuna pedas, non MSG, online di Bengkulu Selatan. jual, beli, harga, agen, distributor, supplier, reseller, toko online, pusat, online store, abon, abon tuna, abon ikan tuna

Anda sedang mencari abon ikan tuna di Bengkulu Selatan ? Hubungi 08161173202. Tersedia abon ikan tuna rasa original dan pedas

Keunggulan produk-produk Kami :
1. Kebersihan dan kesterilan terjaga dibuktikan dengan adanya izin resmi dinas Kesehatan P-IRT.
2. Halal karena memiliki sertifikat halal resmi Majelis Ulama Indonesia.
3. Kemasan yang ekslusif design yang manis.
4. Tanpa MSG sama sekali. Tanpa pengawet dan tanpa penyedap.
5. Packing yang aman dan kokoh sehingga abon tidak rusak selama perjalanan menggunakan ekspedisi
6. Disukai oleh customer dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, dan tentu saja ibu ibu

Anda akan memerlukan penganan Kami, bila..

  1. Anda bepergian untuk melaksanakan haji atau umroh.
  2. Anda bersama keluarga liburan baik lokal maupun ke luar negeri (dimakan sama roti juga enak)
  3. Bekal untuk anak sekolah, bepergian, piknik dll
  4. Ingin memberikan oleh-oleh yang unik khas Indonesia.
  5. Lagi malas memasak…
  6. Untuk istri yang lagi hamil dan ngidam … dll

 

Kami hadir di tengah Anda, agar bersama melestarikan berbagai masakan praktis dari Indonesia yang tersedia dalam kemasan siap saji dan bisa langsung disantap untuk menemani segala kehangatan dan kebersamaan di tengah keluarga Anda.

 

Hubungi Kami :

SMS/WA 08161173202

Atau

PIN 7EA984C9

 

Kami melayani pengiriman ke Banten, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Kupang, Mataram, Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Pelembang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Tanjung Pinang, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Manado, Palu, Makassar, Kendari, Mamuju, Gorontalo, Ambon, Sofifi, Jayapura, Manokwari dan seluruh wilayah Indonesia.

Pengiriman akan Kami lakukan dari Jakarta

-------------------------------------------------------

Info Terkini

Saco-Indonesia.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak masyarakat dan pelaku usaha sektor industri, tidak takut mengembangkan usahanya. Khususnya di sektor industri tekstil. SBY tidak sependapat dengan anggapan bahwa industri tekstil termasuk industri senja yang berada di jurang keterpurukan lantaran kinerjanya terus turun.

"Saya tidak setuju dengan istilah "sunset industry", atau industri yang menurun. Buktinya PT Sritex dan PT Sari Warna berkembang pesat. Negara Jepang juga seperti itu, sekarang maju pesat," ujar SBY saat memberikan sambutan peresmian PT Sari Warna Asli, Boyolali, Sabtu (15/3).

Dalam pandangannya, jika istilah industri senja terus menerus menghantui, hal itu berdampak buruk. Yakn berkurangnya kepercayaan diri pelaku industri tekstil dalam negeri. SBY mengajak masyarakat untuk lebih optimis apalagi tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia dan negara tetangga cukup tinggi.

"Pertumbuhan penduduk yang tinggi, di tanah air dan negara tetangga yang daya belinya terus meningkat, ini menjadi pasar yang prospektif di masa depan. Ini bisa memacu kita untuk terus berkarya, berusaha terutama di bidang tekstil," katanya.

Kepala negara juga berpesan agar selalu pelaku industri tekstil terpacu untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan perbaikan manajemen. Dengan begitu, daya saing industri nasional akan terangkat dan siap menghadapi persaingan di era pasar bebas.

"Contohnya, batik itu dulu biasa saja, pada tahun-tahun terakhir meningkat tajam. Sekarang industri batik dan handycraft ada dimana-mana. Tentu mbahnya (asal-usulnya) adalah Solo. Tapi orang Solo jangan khawatir karena Solo tetap menjadi pusatnya batik," ucapnya.

Editor : Maulana Lee

Sumber:kompas.com