SUPPORT ONLINE

Lita
Email
jualmakanansehat.net@gmail.com
WhatsApp
08161173202
Facebook
JualMakananSehat
Alamat
Jl. Jend. Sudirman Gg. H. Kosim Bandung Kulon, 40212
Jawa Barat - Indonesia
Website
http://jualmakanansehat.net

KATEGORI PRODUK

08161173202 JUAL ABON IKAN TUNA PEDAS NON MSG ONLINE DI LHOKSEUMAWE ACEH

Diposkan pada : 04-01-2016 21:19:26
08161173202 Jual Abon Ikan Tuna Pedas Non MSG Online di Lhokseumawe Aceh_Abon Tuna 100gr.jpg

08161173202 Jual Abon Ikan Tuna pedas, non MSG, online di Lhokseumawe. jual, beli, harga, agen, distributor, supplier, reseller, toko online, pusat, online store, abon, abon tuna, abon ikan tuna

Anda sedang mencari abon ikan tuna di Lhokseumawe ? Hubungi 08161173202. Tersedia abon ikan tuna rasa original dan pedas

Keunggulan produk-produk Kami :
1. Kebersihan dan kesterilan terjaga dibuktikan dengan adanya izin resmi dinas Kesehatan P-IRT.
2. Halal karena memiliki sertifikat halal resmi Majelis Ulama Indonesia.
3. Kemasan yang ekslusif design yang manis.
4. Tanpa MSG sama sekali. Tanpa pengawet dan tanpa penyedap.
5. Packing yang aman dan kokoh sehingga abon tidak rusak selama perjalanan menggunakan ekspedisi
6. Disukai oleh customer dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, dan tentu saja ibu ibu

Anda akan memerlukan penganan Kami, bila..

  1. Anda bepergian untuk melaksanakan haji atau umroh.
  2. Anda bersama keluarga liburan baik lokal maupun ke luar negeri (dimakan sama roti juga enak)
  3. Bekal untuk anak sekolah, bepergian, piknik dll
  4. Ingin memberikan oleh-oleh yang unik khas Indonesia.
  5. Lagi malas memasak…
  6. Untuk istri yang lagi hamil dan ngidam … dll

 

Kami hadir di tengah Anda, agar bersama melestarikan berbagai masakan praktis dari Indonesia yang tersedia dalam kemasan siap saji dan bisa langsung disantap untuk menemani segala kehangatan dan kebersamaan di tengah keluarga Anda.

 

Hubungi Kami :

SMS/WA 08161173202

Atau

PIN 7EA984C9

 

Kami melayani pengiriman ke Banten, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Kupang, Mataram, Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Pelembang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Tanjung Pinang, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Manado, Palu, Makassar, Kendari, Mamuju, Gorontalo, Ambon, Sofifi, Jayapura, Manokwari dan seluruh wilayah Indonesia.

Pengiriman akan Kami lakukan dari Jakarta

-------------------------------------------------------

Info Terkini

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Kepolisian tengah mendalami kaitan peristiwa bom bunuh diri di halaman Markas Polres Poso, Sulawesi Tengah, dengan terpidana teroris yang melarikan diri di Poso, yakni Basri. Basri hingga kini belum berhasil ditemukan.

"Kita tahu pada waktu lalu juga ada tahanan di LP yang melarikan diri. Apakah itu ada kaitannya dengan itu dan jaringan lainnya sedang kami dalami," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2013).

Eksekutor bom bunuh diri pada Senin pagi diketahui seorang laki-laki. Bagian tubuh pelaku hancur dan terpisah. Namun, bagian kepala tidak mengalami luka parah dan wajahnya masih dapat dikenali. Tim DVI Mabes Polri telah diturunkan untuk mengidentifikasi pelaku.

"Mudah-mudahan Polri bisa mengungkap dengan cepat identitas yang bersangkutan sehingga dengan cepat mendapat identifikasi dari jaringan dan kelompok mana," kata Suhardi.

Pelaku diduga kelompok jaringan teroris Poso yang dipimpin Santoso. Adapun Basri alias Bagong alias Ayas melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Jumat (19/4/2013). Basri melarikan diri setelah meminta izin menengok istrinya yang sedang sakit. Saat itu, ia hanya ditemani seorang petugas lapas berinisial WS.

Untuk diketahui, Basri merupakan narapidana terorisme dalam kasus pembunuhan mutilasi terhadap tiga orang siswi SMA di Poso pada 2005. Dia juga terlibat peledakan bom dan penembakan seorang kepala desa di Poso. Setelah beberapa kali menjalani persidangan, Basri alias Bagong akhirnya divonis 19 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Desember 2007 lalu.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com