SUPPORT ONLINE

Lita
Email
jualmakanansehat.net@gmail.com
WhatsApp
08161173202
Facebook
JualMakananSehat
Alamat
Jl. Jend. Sudirman Gg. H. Kosim Bandung Kulon, 40212
Jawa Barat - Indonesia
Website
http://jualmakanansehat.net

KATEGORI PRODUK

08161173202 JUAL ABON IKAN TUNA PEDAS NON MSG ONLINE DI NIAS BARAT SUMATERA UTARA

Diposkan pada : 09-01-2016 09:28:17
08161173202 Jual Abon Ikan Tuna Pedas Non MSG Online di Nias Barat Sumatera Utara _Abon Tuna 100gr.jpg

08161173202 Jual Abon Ikan Tuna pedas, non MSG, online di Nias Barat. jual, beli, harga, agen, distributor, supplier, reseller, toko online, pusat, online store, abon, abon tuna, abon ikan tuna

Anda sedang mencari abon ikan tuna di Nias Barat ? Hubungi 08161173202. Tersedia abon ikan tuna rasa original dan pedas

Keunggulan produk-produk Kami :
1. Kebersihan dan kesterilan terjaga dibuktikan dengan adanya izin resmi dinas Kesehatan P-IRT.
2. Halal karena memiliki sertifikat halal resmi Majelis Ulama Indonesia.
3. Kemasan yang ekslusif design yang manis.
4. Tanpa MSG sama sekali. Tanpa pengawet dan tanpa penyedap.
5. Packing yang aman dan kokoh sehingga abon tidak rusak selama perjalanan menggunakan ekspedisi
6. Disukai oleh customer dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, dan tentu saja ibu ibu

Anda akan memerlukan penganan Kami, bila..

  1. Anda bepergian untuk melaksanakan haji atau umroh.
  2. Anda bersama keluarga liburan baik lokal maupun ke luar negeri (dimakan sama roti juga enak)
  3. Bekal untuk anak sekolah, bepergian, piknik dll
  4. Ingin memberikan oleh-oleh yang unik khas Indonesia.
  5. Lagi malas memasak…
  6. Untuk istri yang lagi hamil dan ngidam … dll

 

Kami hadir di tengah Anda, agar bersama melestarikan berbagai masakan praktis dari Indonesia yang tersedia dalam kemasan siap saji dan bisa langsung disantap untuk menemani segala kehangatan dan kebersamaan di tengah keluarga Anda.

 

Hubungi Kami :

SMS/WA 08161173202

Atau

PIN 7EA984C9

 

Kami melayani pengiriman ke Banten, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Kupang, Mataram, Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Pelembang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Tanjung Pinang, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Manado, Palu, Makassar, Kendari, Mamuju, Gorontalo, Ambon, Sofifi, Jayapura, Manokwari dan seluruh wilayah Indonesia.

Pengiriman akan Kami lakukan dari Jakarta

-------------------------------------------------------

Info Terkini

Saco- Indonesia.com - Sekitar 6.000 orang bukan perokok didiagnosis kanker paru setiap tahunnya. Sebagian besar adalah kaum wanita dan wanita Asia beresiko paling tinggi.

Meski kemungkinan seorang bukan perokok untuk terkena kanker paru lebih kecil dibanding perokok, tetapi data di Inggris menunjukkan 41.500 kasus baru kanker payudara ditemukan setiap tahunnya. Sekitar 14 persen, atau 6.000 kasus tidak terkait dengan kebiasaan merokok.

Kebanyakan pasien kanker paru yang bukan perokok adalah kaum wanita. "Secara anekdoktal, kami melihat makin banyak pasien wanita yang tak pernah merokok tapi terdiagnosis kanker paru, dibandingkan dengan 10 tahun lalu," kata Dr.Michael Beckles, konsultan respiratori dari Royal Free Hospital.

Apa yang menyebabkan kondisi tersebut belum sepenuhnya diketahui. Tetapi para ilmuwan menduga ada kaitannya dengan faktor genetik yang dikombinasikan dengan paparan zat-zat pemicu kanker, misalnya asbestos, gas radon, bahan pelarut, asap buangan mesin diesel, hingga asap rokok orang lain.

Faktor risiko lain adalah terapi radiasi ke dada untuk penyakit lain seperti kanker payudara atau limfoma. Bisa juga dari luka paru-paru yang berasal dari kondisi medis sebelumnya.

Menurut Deputi British Lung Foundation, Stephen Spiro, kanker paru-paru selalu dihubungkan dengan merokok. Padahal sebelum kebiasaan merokok menyebar pada awal abad 20, penyakit ini kerap menimpa wanita bukan perokok.

Orang yang tidak merokok biasanya menderita adenokarsinoma atau sel kanker paru tidak kecil. Kondisi ini terjadi di kelenjar yang memproduksi lendir pada jalan masuk udara ke paru-paru.

Mereka yang tekena kanker adenokarsinoma ini juga mengalami kesalahan gentik pada protein di permukaan sel yang memicu pertumbuhan sel.

Kabar baiknya adalah pasien yang terdiagnosis jenis kanker paru tersebut bisa mendapatkan manfaat positif dari obat-obatan kanker terbaru, misalnya gefitinib. Obat ini memperlambat keganasan penyakit tanpa adanya efek samping seperti kemoterapi.

Sementara itu, beberapa penelitian masih berlangsung untuk mengenali apa penyebab kanker paru pada bukan perokok. Tetapi mencari dana untuk penelitian ini juga tak mudah karena kanker paru sering dianggap sebagai penyakit yang dicari sendiri oleh perokok.

Diagnosa dini memang berperan besar dalam kesembuhan kanker, tetapi dalam kasus penyakit paru ini bukan hal yang mudah.

"Masalahnya paru tidak memiliki ambang sakit sehingga tak akan memberi peringatan jika ada sesuatu yang salah. Tidak ada gejala kanker paru yang spesifik dan sulit menentukan apakah batuk atau sesak napas yang diderita karena kanker atau bukan," kata Spiro.

Ia menambahkan, yang memprihatinkan adalah saat batuk membandel tak kunjung sembuh, penyakitnya mungkin sudah ganas. "Pada 70 persen pasien yang berobat ke dokter, penyakitnya sudah berkembang serius," katanya.

Pemeriksaan standar seperti rontgen paru pun terkadang tak mampu menemukan sel-sel kanker. "Rontgen paru punya kelemahan karena dua dimensi. Sehingga ada area tertentu, misalnya di belakang jantung, yang tak terlihat," katanya.

Meski begitu pemeriksaan pendukung dengan CT-scan biasanya cukup membantu. Karena itu sebaiknya lakukan pemeriksaan jika batuk tidak sembuh lebih dari tiga minggu atau ada penurunan berat badan tanpa sebab.

 

Editor : Liwon Maulana